Istilah Hadrah Bagi Masyarakat Madura, Benarkah Bermakna Hadir?

- Senin, 28 November 2022 | 22:05 WIB
Istilah Hadrah Bagi Masyarakat Madura, Benarkah Bermakna Hadir?  (Foto: istimewa )
Istilah Hadrah Bagi Masyarakat Madura, Benarkah Bermakna Hadir? (Foto: istimewa )

BUDAYA, SINERGI MADURA - Simak informasi artikel berikut tentang istilah hadrah bagi kalangan masyarakat Madura.

Istilah hadrah dan hadrah berasal dari bahasa Arab. Yaitu “hadir” atau “hadlir” yang mengacu kepada kehadiran di hadapan Allah. Hadrah kadang-kadang ditulis hadrah, tetapi ejaan yang pertama adalah ejaan Madura.

Kata hadrah berarti pujian kepada Allah dengan iringan tambur kecil. Istilah ruddad mengaju sekaligus pada sahutan paduan suara kepada pemimpin pertunjukan yang juga penari-penyanyi, yaitu hadi, serta gerak tari yang menyertai paduan suara itu.

Baca Juga: Yuk, Cari Tahu, Siapa Penggagas Tari Muang Sangkal di Sumenep Madura?

Kesenian ini konon diciptakan oleh seorang ulama di madinah atau di mekkah. Namun, Pigeaud tidak mencatat penyebaran kesenian ini sampai ke Madura.

Namun, ahli hadrah dari Sumenep tahun 1929 telah mengenal Hadrah, Samman, dan Gambus sejak muda. Di Sumenep pula, ada guru dari Sumenep Zainal Arifin dan A. Bin Ta’lab.

Tokoh ini sering menciptakan lagu baru dan merekamnya di dalam kaset. Kreasinya ini kemudian ditiru oleh beberapa kelompok di sekitar Sumenep dan di luar Sumenep.

Baca Juga: Ponpes Annuqayah, Sumenep, Madura Gelorakan Demonstrasi Tolak Sampah Plastik, Begini yang Dilakukan Santri

Bahkan setiap Molod Nabbi (Maulid Nabi), setiap tahun selalu diadakan kompetisi hadrah antar semua kelompok hadrah di Sumenep yang kemudian dikompetisikan di Masjid Besar Sumenep.

Halaman:

Editor: Abd Wakid

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Musik Hadrah di Madura Ditabuh Kapan?

Senin, 28 November 2022 | 21:46 WIB
X