Satpol PP Sampang Sosialisasi Perundang-undanngan Tentang Cukai di Kecamatan Pangarengan

- Jumat, 18 November 2022 | 10:30 WIB
SOSIALISASI: Satpol PP saat melakukan sosialisasi Perundang-undanngan Tentang Cukai di Kecamatan Pangarengan (Zainullah - Sinergi Sampang)
SOSIALISASI: Satpol PP saat melakukan sosialisasi Perundang-undanngan Tentang Cukai di Kecamatan Pangarengan (Zainullah - Sinergi Sampang)

SAMPANG, SINERGI MADURA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sampang, menggelar sosialisasi Perundang-undanngan Tentang Cukai, dalam rangka pencegahan dan penanganan peredaran rokok ilegal di aula Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Jum'at 18 November 2022.

Hadir dalam acara tersebut, Kejaksaan Negeri Sampang, Humas Bea Cukai Madura, Forkopimcam Pangarengan dan Perangkat desa setempat.

Camat Pangarengan, M.Lutfi Maliki, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya sosialisasi tersebut dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak menggunakan rokok tanpa cukai.

Baca Juga: Mengenal 3 Uang Kuno Zaman Kerajaan di Nusantara

Menurutnya, rokok tanpa cukai dapat merugikan bagi kesehatan diri sendiri maupun negara, karena pajaknya dari rokok ilegal tersebut tidak masuk ke negara.

"Makanya, semua perangkat desa yang ada di Kecamatan Pangarengan ini diundang untuk memahami dan memberikan pemahaman serta edukasi kepada masyarakat untuk tidak menggunakan rokok ilegal," ucapnya.

Gempur rokok ilegal
Gempur rokok ilegal (Dok. Sinergi Madura)

Ditempat yang sama, Kasatpol PP Sampang, Suryanto, melalui Kabid Penegakan Perda, A. Taufiqurrahman, mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut ingin mengedukasi, menyampaikan berdasarkan hasil deteksi dini yang sudah dilaksanakan kemarin di masing-masing kecamatan masih terdapat peredaran rokok ilegal.

Baca Juga: Tak Mau Damai, Ayah Korban Bullying di SMP Bandung Tempuh Jalur Hukum

"Nah, dengan kondisi seperti ini kita tahapan berikutnya menyampaikan untuk edukasi untuk mengurangi peredaran rokok ilegal yang ada di Kecamatan Pangarengan," ucapnya.

"Selanjutnya, setelah sosialisasi ini kita akan melakukan operasi bersama berdasarkan informasi yang sudah dituangkan dalam applikasi sirolig. Semoga dengan adanya sosialisasi ini bisa memberikan informasi kepada masyarakat Pangarengan terutama bagi para penjual rokok ilegal agar tidak menjual lagi," sambung Taufiq.

Lebih lanjut Taufiq menambahkan bahwa berdasarkan peraturan Bupati nomor 46 2022, nantinya akan dibentuk Satgas linmas kabupaten, kemudian ditingkat kecamatan, serta Sat linmas desa. Ini merupakan kepanjangan tangan dari Satpol PP dalam rangka melaksanakan perlindungan masyarakat.

Baca Juga: 6 Wisata di Palembang yang Keren dan Kekinian, Ada Jembatan Ampera

"Kalau semua tingkatan ini sudah kita bentuk, akan lebih efektif dalam pelaksanaan trantibun dan penegakan masyarakat, termasuk didalamnya yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan rokok ilegal," terangnya.

Halaman:

Editor: Abd Wakid

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X