• Rabu, 8 Desember 2021

Kutukan 'SUMEKAR' pada Calon Bupati Sumenep, Benarkah(?)

- Selasa, 28 Juli 2020 | 11:44 WIB
Kutukan 'SUMEKAR' pada Calon Bupati Sumenep, Benarkah(?)
Kutukan 'SUMEKAR' pada Calon Bupati Sumenep, Benarkah(?)

Catatan sederhana ini, berawal dari pembicaraan singkat. Itupun lewat aplikasi panggilan WhatsApp. Seorang kawan, yang mengaku pernah aktif di partai politik, bercerita betapa keramatnya kata SUMEKAR.

Saat di politik dan mendukung salah satu calon bupati, kawan saya ini adalah yang percaya pada keramatnya kata SUMEKAR itu. Seperti sebuah kutukan.

Saat agenda ngopi, dia sampaikan bahwa calon bupati yang diusungnya akan kalah di Pilbup. Sebab namanya tidak ada unsur huruf dalam kata S-U-M-E-K-A-R. Satu pun belum ada yang percaya.

Karena penasaran, saya membuka kembali buku Sejarah Sumenep; disusun oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep tahun 2010, bersampul pintu gerbang masjid jamik.

Saya juga mencocokkannya dengan data di Wikipedia. Urutan nama bupati yang menjabat, sama persis. Seluruhnya ada unsur huruf dalam kata SUMEKAR.

Kata itu, selalu menjadi nama awal pemimpin Sumenep. Sejak R.T.A Samadikun menjabat sebagai bupati pertama di Kabupaten Sumenep, tahun 1929 Masehi, seluruh nama bupati setelahnya tidak lepas dari huruf S-U-M-E-K-A-R.

Misalnya R.P. Amidjojo, yang memerintah Sumenep setelah R.TA. Samadikun, tahun 1947 Masehi, namanya berawalan huruf A. Secara berurutan, tiga bupati setelahnya juga berawal dari huruf dalam kata SUMEKAR.

Misalnya, R.P.M. Ali Pratamingkusuma (1949), R.M. Ruslan Wongsokusuma (1954) dan R.A.M. Ruslan Cakraningrat (1956). Bahkan, bupati yang menjabat di tiga periode terakhir, nama depannya tidak lepas dari kata SUMEKAR. Mulai dari KH. Moh. Ramdhan Siradj dan A. Busyro Karim.

Kawan saya percaya, bahwa kata SUMEKAR itu keramat. Terbukti, calon bupati yang diusungnya, kala itu, kalah dalam pemilihan. Meskipun banyak kolega terdekatnya menganggap itu mitos belaka.

Sejauh ini, ada dua pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung: Fattah Jasin-Ali Fikri dan Achamd Fauzi-Dewi Khalifah.

Jika kata SUMEKAR disesuaikan dengan nama bakal calon bupati, mungkin saja pasangan Achmad Fauzi-Dewi Khalifah keluar sebagai pemenang. Tapi jika disamakan dengan huruf awal bakal calon wakil bupati, Fattah Jasin-Ali Fikri berpotensi menang.

Sampai saat ini, belum ada yang bisa memastikan, apakah kutukan itu sama dengan kebetulan (?) Menurut kawan saya, jika fakta sudah terbukti benar berkali-kali, hal itu bisa menjadi kerangka dasar ilmiah dan bisa ditelaah dengan pendekatan teoritis.

Hingga sejauh ini, kita juga belum tahu, apakah kutukan itu lebih kuat atau lebih rapuh dari emas? Terjaga hingga berpuluh-puluh tahun? Yang jelas, sejak 97 tahun silam, kutukan itu belum pernah meleset. Tapi kehendak Tuhan siapa yang tahu (?) Salam.

Nama Bupati Sumenep 1929 - 2020 Masehi

  1. R.T.A. Samadikun
    2. R.P. Amidjojo
    3. R.P.M. Ali Pratamingkusuma
    4. R.M. Ruslan Wongsokusuma
    5. R.A.M. Ruslan Cakraningrat
    6. R. Soerakhmad Prawirodjo
    7. R. Achyak Sosrosuganda
    8. R. Abdullah Mangunsiswo
    9. Drs. Abdurrachman
    10. R.P. Machmud
    11. R. Semaroem
    12. R. Soegondoe
    13. Kol. Art. H. Soekarno Marsaid
    14. KH. Moh. Ramdhan Siradj
    15 Drs. KH. A. Busyro Karim


Gapura, 28 Juli 2020

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X