KSPI Tolak Keniakan UMP DKI Jakarta, Khawatir UMK di Seluruh Daerah Menjadi Kecil

- Rabu, 30 November 2022 | 17:15 WIB
KSPI menolak nilai persentase kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 di DKI Jakarta (Instagram @jakarta)
KSPI menolak nilai persentase kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 di DKI Jakarta (Instagram @jakarta)

NASIONAL, SINERGI MADURA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak nilai persentase kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023.

Diketahui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 sebesar Rp4.901.798.

Dengan begitu, angka UMP pada Tahun 2023 ini naik 5,6 persen dari UMP Tahun 2022 sebesar Rp4.641.854.

Baca Juga: Kunci Jawaban Post Test Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Modul 1 Topik 4

Dengan keputusan tersebut, KSPI menolak nilai persentase kenaikan UMP, karena mengakibatkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di seluruh daerah menjadi kecil.

Untuk itu, Serikat Buruh mendesak agar UMP DKI Jakarta direvisi menjadi sebesar 10,55 persen atau menjadi Rp5.131.000 sebagai jalan kompromi dari serikat buruh, yang sebelumnya mengusulkan 13 persen.

Baca Juga: Soal UAS PJOK Kelas 5 Semester 1 Dilengkapi dengan Kunci Jawaban

"Partai Buruh dan organisasi Serikat Buruh meminta bupati dan walikota dalam merekomendasikan nilai UMK ke gubernur adalah sebesar antara 10 hingga 13 persen," ujar Presiden KSPI  sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, seperti dikutip dari Instagram @idntimes pada Rabu, 29 November 2022.

"Bilamana tuntutan di atas tidak didengar, mulai minggu depan akan ada aksi besar di berbagai daerah di seluruh Indonesia untuk menyuarakan kenaikan upah sebesar 10 hingga 13 persen," ujarnya.

Halaman:

Editor: Edy Mufti Es

Sumber: Instagram @idntimes

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X